Tak Hanya Gudeg, 6 Kuliner Ini Juga Wajib Dicoba Kala ke Jogja

Liputan6.com, Jakarta Kota Jogja memang selalu menjadi destinasi wisata yang istimewa. Tak hanya soal banyaknya tempat wisata, mulai dari jajaran pantai Laut Selatan yang memukau, alam yang memesona, hingga wisata sejarah dan budayanya, tetapi juga soal kulinernya. Kuliner Jogja memang jadi juara. Kamu pasti sudah biasa dengan gudeg kalau mampir ke Jogja, tapi coba cicipi juga kuliner-kuliner berikut ini.

Sate Klatak Pak Bari

Kuliner Sate Klatak. (Foto source: Republika)

Tempat makan satu ini memang amat tersohor setelah menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi Cinta dan Rangga di film AADC 2. Terlepas dari ketenaran film tersebut, sate kambing milik Pak Bari ini memang sangat enak. Potongan dagingnya besar, empuk, dan bebas bau prengus. Uniknya lagi, sate klatak ini tidak disajikan dengan tusuk sate lidi seperti sate kebanyakan, melainkan pakai jeruji sepeda, lho. Kalau penasaran, silakan mampir ke Pasar Wonokromo di daerah Pleret, Bantul, ya!

Mangut Lele Mbah Marto

Kuliner Mangut Lele Mbah Marto. (Foto source: Kompas)

Demi menyantap kuliner lezat, rintangan apa pun pasti dilalui. Inilah yang akan kamu dapatkan kalau ingin mencicipi enaknya lele asap atau mangut lele milik Mbah Marto yang berada di Jalan Parangtritis, Dusun Sewon, Bantul. Pasalnya, kamu harus melakukan blusukan untuk bisa menemukan kediaman Mbah Marto yang sudah memulai usahanya sejak tahun 1960 silam. Di sini, kamu bisa memilih sendiri lauk pauk yang menemani santapan sepiring mangut lele yang kelezatannya sangat sempurna.

Mi Ayam Bu Tumini

Kuliner Mie Ayam Bu Tumini. (Foto source: Youtube)

Sajian mi ayam memang sudah bisa kamu temui di mana saja. Namun, lain cerita kalau kamu berkunjung ke Jogja, karena mi ayam milik Bu Tumini siap menyambut kedatanganmu. Mi ayam yang berlokasi di Jalan Imogiri Timur, Umbulharjo, Yogyakarta ini terbilang unik, karena memiliki kuah kental berwarna cokelat yang rasanya sangat nikmat. Belum lagi dengan potongan daging ayam dan ceker yang besar. Tak heran kalau warung mi ayam ini sangat dipadati para pengunjung, terlebih kalau jam makan siang sudah tiba.

Bakmi Mbah Mo

Kuliner Bakmi Mbah Mo. (Foto source: bonvoyagejogja)

Masih seputar hidangan mi, ada lagi sajian Mi Jogja yang tidak boleh kamu lewatkan, yaitu Bakmi Mbah Mo. Di sini, kamu bisa menyantap mi goreng, mi rebus, atau mi nyemek dengan suwiran ayam kampung dan telur bebek. Proses memasaknya pun masih begitu tradisional, yaitu menggunakan tungku arang, sehingga cita rasanya semakin sempurna. Bakmi Mbah Mo bisa kamu kunjungi di Jalan Parangtritis KM. 11, Bantul.

SGPC Bu Wiryo 1959

Kuliner Sego Pecel Bu Wiryo 1959 (Foto source: gudeg)

Penasaran kan, dengan nama singkatan SGPC? Tak lain dan tak bukan adalah Sego Pecel Bu Wiryo, yang kelezatannya sudah begitu terkenal sejak tahun 1959. Bumbu pecelnya begitu terasa, terlebih dengan pilihan lauk yang beragam, mulai dari aneka gorengan, satai telur puyuh, satai usus, hingga telur ceplok. Nah, kalau kamu ingin mencobanya, segera datang ke Jalan Agro Nomor 10, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Rujak Es Krim Pak Nardi

Rujak Es Krim Pak Nardi. (Foto source : goodindonesiafood)

Tak perlu khawatir jika Jogja sedang panas, karena kamu bisa melepas dahaga dengan sepiring rujak es krim milik Pak Nardi, yang berlokasi di Jalan Harjowinatan, Pakualaman, Jogja. Rasa pedas rujak serut yang bertemu dengan manis es puter menghasilkan cita rasa pedas manis yang begitu segar. Dijamin, kamu akan ketagihan saat memakannya.

Nah, itu tadi enam kuliner khas Jogja selain gudeg yang mesti kamu coba. Jadi, segera pesan tiket pesawat ke Jogja, ya! Tidak perlu takut akan kehabisan, karena kamu bisa mendapatkan tiket pesawat murah ke Jogja melalui layanan Airy Tiket Pesawat. Cara pemesanannya pun amat mudah, karena bisa kamu lakukan melalui website atau aplikasi Airy yang sudah tersedia di App Store maupun Play Store. Yuk berlibur ke Jogja!

(Adv)

Suasana Berbeda di Penjara India

Setelah mengetahui fasilitas yang didapatkan saat berada di penjara, membuat tahanan bertanya, apa saya akan ditempatkan disana atau tidak?

Jawabannya adalah tergantung kasus Anda seberat apa. Tempat yang disediakan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat India yang memiliki kasus tertentu seperti, tahanan yang telah divonis hukuman mati tetapi telah berperilaku baik maka akan dibebaskan dalam satu atau dua tahun.

 Keterbatasan untuk Tahanan

Memang kebebasan yang diberikan kepada para tahanan untuk tetap dapat melakukan aktivitas diluar bukan berarti tahanan bebas untuk keluar masuk dari batas yang ditentukan. Terlepas dari itu, para tahanan tidak diizinkan untuk melanggar batas kota. 

(Mariany)

Mendagri Tjahjo Kumolo Paparkan Tantangan Bangsa Indonesia

Liputan6.com, Atambua Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia semakin berat dan kompeks. Menurutnya, dalam perjalanan 73 Tahun Indonesia merdeka banyak sekali tantangan yang harus dihadapi.

“Sudah 73 Tahun Indonesia merdeka. Sampai hari ini kita merdeka, tantangan yang dihadapi bangsa semakin berat dan sangatlah kompleks,” ujar Tjahjo, di Keuskupan Atambua, Belu, Selasa (18/9/2018).

Ia membagi tantangan bangsa menjadi empat bagian utama. Tantangan yang pertama adalah radikalisme dan terorisme.

Munculnya radikalisme dan terorisme tersebut disebabkan berkembanganya paham-paham yang tidak sesuai dengan kaidah yang seharusnya. Minimnya ajaran agama dan berkurangnya iman seseorang adalah alasan utama dibalik berkembangnya paham radikalisme dan terorisme.

“Berkembangnya paham radikalisme dan terorisme dikarenakan kurangnya peran tokoh agama dan tokoh adat dalam upaya mengajarkan ilmu keagamaan dan penekanan atas norma-norma sosial di kalangan masyarakat. Perlu adanya forum komunikasi umat beragama untuk memperkuat keimanan,” ucap Tjahjo.

Tantangan kedua adalah narkoba. Menurut data terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat setiap hari 60 orang meninggal karena narkoba. Papua menjadi salah satu provinsi yang memiliki penyebaran pengguna terbanyak, mencakup seluruh distrik yang ada di Papua.

“Pertumbuhan narkoba di Indonesia sangatlah luar biasa. Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus mampu untuk mengingatkan bahaya narkoba ini dalam setiap forum, agar tidak semakin berkembang dan membahayakan generasi masa depan Indonesia,” kata Tjahjo.

Tantangan ketiga adalah korupsi. Di setiap kegiatan, topik korupsi menjadi hal wajib yang harus disampaikan oleh Tjahjo. Menurutnya, korupsi menjadi penyakit yang sangat mudah menular dan susah untuk dihilangkan. Hal ini terjadi karena penyakit korupsi sudah masuk mendarah daging dalam sistem pemerintahan negara Indonesia.

“Di setiap paparan saya, pasti saya selalu mengingatkan bahaya korupsi yang sudah mendarah daging. Seluruh masyarakat juga harus memahami area rawan korupsi, mulai dari perencanaan anggaran, dana hibah, bansos, pembelian barang dan jasa. Itu harus diperhatikan,” ujar Tjahjo.

Tantangan yang terakhir adalah ketimpangan sosial. Di provinsi NTT, Gubernur harus segera bergerak bersama dengan masyarakat untuk berusaha menjadikan masyarakat sehat, angka kematian ibu hamil menurun, air bersih lancar, serta tidak ada lagi difteri dan malaria.

“Saya yakin jika Gubernur bergerak bersama dengan masyarakat, berbagai masalah ketimpangan sosial akan segera dapat teratasi,” ucap Tjahjo.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berbagai tantangan yang muncul sebenarnya dapat diantisipasi jika ada sinergitas baik dalam sistem Pemerintahan. Pemerintah Daerah harus mampu membangun sinergi dengan forkopimda, organisasi masyarakat, serta tokoh agama dan adat dalam rangka mengorganisir masyarakat dalam menanggulangi tantangan tersebut.

“Sinergitas yang baik harus dibangun, jangan sampai program Gubernur yang bagus tidak dibarengi dengan dukungan sinergitas dari pihak pihak terkait,” kata Tjahjo.

(*)